Mulailah dengan latihan singkat seperti sketsa 60 detik untuk membebaskan tangan dari keraguan. Batasi waktu supaya keputusan visual dibuat spontan dan ringan.

Coba teknik kontur tertutup atau blind contour untuk meningkatkan pengamatan tanpa mengkhawatirkan proporsi. Teknik ini mendorong keterhubungan antara mata dan garis yang digoreskan.

Gunakan palet terbatas atau hanya satu jenis alat, misalnya pensil 2B atau spidol hitam. Pembatasan alat membantu mengurangi pilihan berlebih dan memperjelas fokus.

Latihan repetitif seperti menggambar objek yang sama beberapa kali dalam variasi cepat juga efektif. Perubahan kecil pada setiap sketsa membangun rasa pengamatan yang lebih teliti.

Tetapkan jadwal latihan pendek—misalnya 15 menit setiap hari selama seminggu—lalu evaluasi apa yang terasa menyenangkan. Konsistensi kecil seringkali lebih membantu daripada sesi panjang sesekali.

Akhiri dengan memilih satu sketsa yang disukai dan beri catatan singkat tentang apa yang dirasakan. Refleksi sederhana ini menjaga proses tetap personal dan bermakna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *